FORMS OF COLLABORATION BETWEEN TEACHERS AND PARENTS IN GUIDING THE RELIGIOUS AND MORAL EDUCATION OF STUDENTS AT RUMAH QUR'AN AL-HAZIQ BATANG KUIS
DOI:
https://doi.org/10.53806/ijcss.v6i4.1195Keywords:
Collaboration, Students’ moral conduct, Worship education.Abstract
This study aims to analyze the form of cooperation between ustadzah and parents in guiding the worship education and morals of students at Al-Haziq Qur'an House in Batang Kuis. The focus of the problem is how the form of cooperation between ustadzah and parents in guiding the worship and moral education of students, what are the factors that influence it (supporting and inhibiting factors), and how the impact of this cooperation on the worship and moral education of students. The research used descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the theory of Miles and Huberman with data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the form of cooperation was realized in routine communication through WhatsApp groups, mutaba'ah books, and santri guardian meetings, worship assistance at home, and parental involvement in institutional activities. Supporting factors include a common vision of education, exemplary ustadzah and parents, and the use of digital media. The inhibiting factors found are the limited time of parents due to their busy work schedules, the lack of two-way communication, and the tendency of some parents to leave full guidance to the ustadzah. Good cooperation has a positive impact on the discipline of worship, the fluency of memorization, and the formation of santri morals, while the lack of parental support causes the development of the students.References
[1] Ahmad bin Hanbal. (1995). Musnad al-Im?m Ahmad ibn Hanbal (Syu‘aib al-Arna’?? et al., Ed.). Beirut: Mu’assasah ar-Ris?lah.
[2] Al-Bukhari, Imam & Translated by Moh. Suri Sudahari. (2008). Adabul Mufrod. Darul Hadits.
[3] Al-Ghazali. (tt.). Ihya’ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr.
[4] Al-Maraghi, A. M. (1993). Tafsir al-Maraghi. Mesir: Maktabah Mustafa al-Babi al-Halabi.
[5] Anshori, M. (2021). Peran orang tua dalam pembinaan ibadah santri. Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia, 6(1), 55–66.
[6] Arni Muhammad. (2018). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
[7] Aulia, R., & Rahmawati, N. (2021). Peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter religius anak. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 145-158.
[8] Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
[9] Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). New York, NY: Routledge.
[10] Fitriani, D., & Ma’arif, S. (2020). Peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter religius anak. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 115–128.
[11] Fitriani, N. (2022). Kolaborasi guru dan orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. Yogyakarta: Deepublish.
[12] Ghani, A. (2015). Pendidikan akhlak mewujudkan masyarakat madani. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 235–252.
[13] Hakim, M. A., & Ramadhani, R. (2022). Peran guru dalam membentuk kedisiplinan santri melalui pembinaan ibadah. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 7(1), 45–57.
[14] Hasanah, U. (2020). Dukungan guru dan orang tua terhadap kepercayaan diri anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 23–35.
[15] Haq, R., & Kosasih, A. (2021). Kerja sama guru dan orang tua dalam membina akhlak siswa. An-Nuha: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4), 609–616
[16] Hikmah, N., & Wibowo, S. (2019). Psikologi sosial: Teori dan penerapan. Jakarta: Kencana.
[17] Hidayat, R. (2020). Manajemen pendidikan: Konsep, prinsip, dan aplikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[18] Hidayatullah, F. (2010). Pendidikan karakter: Membangun peradaban bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
[19] Ibnu Katsir. (2005). Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Jakarta: Pustaka Imam Syafi'i.
[20] Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
[21] Makmur, M. (2020). Peran orang tua dalam membina ibadah dan akhlak anak. Jurnal Literasiologi, 3(1), 55–68.
[22] Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). Yogyakarta Press. Yogyakarta: Lembaga P
[23] Meilanti. (2022). Kolaborasi guru PAI dan orang tua dalam membentuk kedisiplinan salat siswa selama pandemi COVID-19 Kelas IX.B SMP Negeri 10 Palopo. Skripsi Institut Agama Islam Palopo.
[24] Ningsih, S. (2020). Kolaborasi guru dan orang tua dalam pembinaan akhlak santri. Jurnal Pendidikan Karakter Islami, 4(2), 112–124.
[25] Nugroho, A. (2020). Peran orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak di rumah. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 45–56.
[26] Nurhidayah, E., & Handayani, S. (2021). Sinergi orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak anak. Jurnal Pendidikan Karakter Islami, 6(1), 45–58.
[27] Nurlaila, A., & Fitri, D. (2022). Pengaruh peran orang tua terhadap kedisiplinan ibadah santri di pesantren. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 88–100.
[28] Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (2017). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 195. Presiden Republik Indonesia.
[29] Razak, A., & Wiguna, S. (2022). Pengaruh Beasiswa Pendidikan Pada Program Indonesia Pintar (PIP) Terhadap Minat Belajar Aqidah Akhlak Kelas VIII MTS Alwashliyah Kecamatan Babalan. Tut Wuri Handayani: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(2), 101–110.
[30] Putra, P. (2018). Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran aqidah akhlak. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(1), 43–56.
[31] Rahmawati, L. (2021). Kolaborasi guru dan orang tua dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(2), 121–130.
[32] Rohman, Fatkhur. (2022). Peran Orang Tua dalam Menanamkan Sikap Disiplin Anak pada Masa New Normal. Jurnal Fitrah: Journal of Islamic Education. 3(1). 26-36.
[33] Rohman, Fatkhur. (2022). Tanggung Jawab Pendidikan Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam. 12(2). 171-188.
[34] Sari, R. (2021). Keteladanan ustadzah dalam pembentukan karakter santri di pondok pesantren. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 11(2), 87–96.
[35] Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.
[36] Suharnanik. (2022). Peran orang tua dalam penanaman nilai-nilai karakter pada anak di era digital. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(1), 45–56.
[37] Suryadi, A. (2021). Kerja sama guru dan orang tua dalam pembentukan akhlak siswa. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ma’arif, 19(2), 101–112.
[38] Taufiqurrahman, M. D., & Kusmawati, H. (2023). Implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter profil Pancasila. ADIBA: Journal of Education, 3(2), 175–184.
[39] Wijoyo, H., & Indrawan, R. (2020). Pola pengasuhan orang tua dalam pendidikan karakter anak. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 123–135.
[40] Sutrisno, E. (2021). Budaya organisasi dan kerja sama sosial. Jakarta: Prenadamedia Group.
[41] Wahyudi, A. (2022). Manajemen kolaborasi dan kerja sama tim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[42] Zahra, F., & Santosa, R. (2022). Kolaborasi sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 7(1), 33–48.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Uli Ramadani Siagian, Fatkhur Rohman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




