LEGAL STATUS OF PARENTAL AUTHORITY OVER UNDERAGE CHILDREN IN APPLYING FOR BANK CREDIT IN PALANGKA RAYA CITY

Authors

  • Siti Nurhaliza Universitas Palangka Raya
  • Ariani Yestati Universitas Palangka Raya
  • Evi Universitas Palangka Raya
  • Mutia Evi Kristhy Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.53806/ijcss.v7i1.1299

Keywords:

Banking Prudence Principle, Guardianship Determination, Parental Authority

Abstract

This research examines the gap between normative legal provisions and banking practices regarding parental authority over minor children in loan applications. Legally, Article 47 of the Marriage Law and Article 345 of the Civil Code stipulate that living parents automatically have guardianship authority without requiring a court decision. However, in practice, banks still require the establishment of guardianship as an administrative requirement for applying for a loan secured by the child's parents' inheritance. The juridical empirical research method was applied in this study, thru interviews with judges from the Palangka Raya District Court and officials from Bank BRI, as well as a study of laws and regulations. The research results indicate a gap between the applicable law and banking practices. The judge ruled that appointing a guardian for the parents was actually unnecessary because that authority was already legally vested, while the bank applied the principle of prudence as stated in Article 29 paragraph (2) of Law Number 10 of 1998 concerning Banking, in order to avoid legal risks and disputes in the future. This research recommends the need for institutional cooperation between the courts and banking thru coordination forums or memoranda of understanding, in order to align legal perceptions regarding the limits of the natural guardianship authority of biological parents.

References

[1] Akbar, F., K., Murwadji, T., & Lita, N., H. (2024). Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Kredit Sindikasi Internasional. ACTA DIURNALJurnal Ilmu Hukum Kenotariatan. 8 (1). 63-81. https://doi.org/10.23920/acta.v8i1.1695

[2] Billah, T., F. (2024). Analisis Pertimbangan Putusan Hakim Pengadilan Agama Wonosari Tentang Penetapan Perwalian Orang Tua Kandung. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga. 6 (2). 745-753. https://doi.org/10.47467/as.v6i2.1347

[3] Gusmawati, K., Masri, E. & Handayani, O. (2023). Pertanggung jawaban Wali Dalam Menjalankan Kekuasaan Terhadap Harta Anak Di Bawah Umur Setelah Berakhirnya Perwalian, Jurnal Hukum Sasana. 9 (1). 109-118. https://doi.org/10.31599/sasana.v9i1.2263

[4] Indonesia. (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).

[5] Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3019.

[6] Indonesia. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3790.

[7] Lino, T., I. (2021). Permohonan Perwalian Anak Di bawah Umur Oleh Ibu Kandung Dalam Pengelolaan Harta Warisan, Jurnal Ilmu Hukum: Alethea. 4 (2). 131-146. https://doi.org/10.24246/alethea.vol4.no2.p131-146

[8] Masrukhan, M. Palar, A., T., Auli, P., R., Fazri, R., N., R. (2024). Efektivitas Manajemen Risiko pada Bank Syariah dan Konvensional (Studi Komparatif). MASIP: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan. 2 (4). 43-55. https://doi.org/10.59061/masip.v2i4.805

[9] Merchiano, R., Syafariansyah, Effendi, I, I, E., & Sadli. (2023), Analisis Hukum Dalam Penetapan Pengadilan Agama Tentang Perwalian Anak Kandung Yang Masih Di Bawah Umur. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum. 2 (1). 49-62. https://doi.org/10.46839/lexstricta.v2i1.25

[10] Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum, Cetakan Pertama, Mataram University Press, Mataram

[11] Saefudin. (2022). Perwalian Anak Oleh Orang Tua Kandungnya Dalam Perspektif Teori Dan Praktek Di Pengadilan Agama. diakses pada 28 September 2025. Dari https://www.pa-yogyakarta.go.id/article/Perwalian-Anak-Oleh-Orang-Tua-Kandungnya

[12] Simantunjak, P.N.H. (2017). Hukum Perdata, Kencana

[13] Sugiastuti, Y. N. (2023). Penetapan Wali Untuk Memenuhi Syarat Kecakapan Bertindak Dalam Perjanjian. Hukum Pidana dan Pembangunan Hukum. 6 (1). 54-58. https://doi.org/10.25105/hpph.v6i1.16734

[14] Suparyanto, Y. (2018). Hukum Perdata, Cempaka Putih.

[15] Susiana, D. (2024). Metodologi Penelitian Hukum. Tahta Media Grup.

[16] Wahyudi, F. (2019). Penerapan Prinsip Prudential Dalam Perkara Perwalian Anak. Mimbar Hukum. 31 (3). 368-383. https://doi.org/10.22146/jmh.44398

[17] Wulandari, E., Manfarisyah, & Jumadiah. (2021). Permohonan Penetapan Perwalian Anak Oleh Ibu Kandung (Studi Penetapan Nomor:31/Pdt.P/2020/PN Srh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum. 4 (2). 67-74. https://doi.org/10.29103/jimfh.v4i2.4516

[18] Yulia. (2015). Buku ajar Hukum Perdata, CV. BieNa Edukasi.

[19] Zahri, A. (2020). Disparitas Penetapan Pengadilan Atas Permohonan Perwalian Orang Tua Kandung, diakses pada 8 Oktober 2025. Dari https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/disparitas-penetapan-pengadilan-atas-permohonan-perwalian-orang-tua-kandung-oleh-h-a-zahri-s-h-m-hi-23-11

Published

2026-01-29