IMPLEMENTATION OF CRIMINAL ELECTION LAW ENFORCEMENT AGAINST VOTING RIGHTS ABUSE PRACTICES IN PALANGKA RAYA CITY IN 2024

Authors

  • Putriyani Universitas Palangka Raya
  • Ivans Januardy Universitas Palangka Raya
  • Claudia Yuni Pramita Universitas Palangka Raya
  • Istani Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.53806/ijcss.v7i2.1365

Keywords:

2024 Elections, Abuse of Voting Rights, Bawaslu, Law Enforcement.

Abstract

This research discusses the implementation of criminal law enforcement against the abuse of voting rights based on Law Number 7 of 2017 and the obstacles faced by the Palangka Raya City Election Supervisory Board (Bawaslu) in the 2024 elections. Using an empirical juridical method thru literature study and interviews, the research found that Bawaslu has handled cases of vote misuse, including double voting by two students, thru the Gakkumdu Center mechanism in accordance with legal procedures. However, the effectiveness of law enforcement is still hindered by time constraints in handling cases, a lack of evidence, low public legal awareness, and suboptimal support in technology and budget for training and political education. This research emphasizes the importance of strengthening institutional capacity, budgetary support, enhancing monitoring technology, and community participation to make election oversight and law enforcement more effective and integrity-driven.

References

[1] Asshiddiqie, J. (2019). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers. Asshiddiqie, J. (2020). Demokrasi dan Pengawasan Pemilu di Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press.

[2] Hadjon, P. M. (2015). Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Surabaya: Yuridika. Huda, N. (2017). Otonomi Daerah dan Demokratisasi Pemerintahan Daerah. Yogyakarta: UII Press.

[3] Mahfud M.D. (2010). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

[4] Mahfud M.D. (2021). Transformasi Digital dalam Penegakan Hukum Nasional. Jakarta: Rajawali Pers.

[5] Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[6] Manan, B. (2018). Hukum dan Politik di Indonesia. Yogyakarta: FH UII Press.

[7] Nurdin, M. (2020). Pengawasan Pemilu di Era Digital: Tantangan dan Solusi. Yogyakarta: Deepublish.

[8] Panggabean, A. (2020). Etika dan Integritas Penyelenggara Pemilu di Indonesia. Jakarta: Bawaslu RI Press.

[9] Rahardjo, S. (2006). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Semarang: Genta Publishing.

[10] Soerjono Soekanto. (2005). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

[11] Surbakti, R. (2014). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Thoha, M. (2012). Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Widodo, J. (2016). Good Governance: Telaah dari Dimensi Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi. Surabaya: Insan Cendekia

[12] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109.

[13] Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Sentra Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum. Di undangkan Dalam Berita Negara Nomor 292 Tahun 2023

[14] Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Penanganan Temuan Dan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum. diundangkan Dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 1074.

[15] Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024. Publikasi resmi sebagai Berita Negara Republik Indonesia Nomor 574 Tahun 2022.

[16] Alhuda, B. (2022). Efektivitas Gakkumdu dalam Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 Ditinjau dari Teori Penegakan Hukum. Interdisciplinary Journal on Law, Social Sciences and Humanities, 3(2), 103-114.

[17] Pratama, Y., & Hasanah, N. (2020). Pengawasan Partisipatif Sebagai Upaya Mencegah Pelanggaran Pemilu di Kalimantan Tengah. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 6(2), 87–98.

[18] Rahmawati, D., & Suryani, F. (2022). Peran Bawaslu dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu Melalui Pengawasan Partisipatif. Jurnal Hukum dan Pembangunan Demokrasi, 7(1), 45–58.

[19] Safitri, L. (2023). Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Pelanggaran Pemilu di Tingkat Daerah. Jurnal Pemilu dan Demokrasi Indonesia, 8(2), 101–115.

[20] Sari, R. P. (2021). Strategi Pencegahan Pelanggaran Pemilu Melalui Pendidikan Politik Masyarakat. Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial Politik, 5(3), 134–146.

[21] Wahyudi, A. (2021). Implementasi Gakkumdu dalam Penegakan Hukum Pidana Pemilu di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Publica, 9(4), 250–266.

[22] Bawaslu Kota Palangka Raya. (2024). Laporan Hasil Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024. https://palangkaraya.bawaslu.go.id

[23] Bawaslu Republik Indonesia. (2024). Laporan Kinerja Pengawasan Pemilu Tahun 2024. https://www.bawaslu.go.id

[24] CNN Indonesia. (2024, Februari). Bawaslu Tindak Kasus Pemilih Gunakan Hak Orang Lain di TPS Palangka Raya. https://www.cnnindonesia.com

[25] DetikNews. (2024, Februari). Kasus Penyalahgunaan Hak Pilih di Palangka Raya Ditangani Gakkumdu. https://news.detik.com

[26] Kompas.com. (2024, Februari). Dua Mahasiswa di Palangka Raya Diduga Lakukan Pencoblosan Ganda, Bawaslu Turun Tangan. https://www.kompas.com

[27] Rendhik Andika, 2024, Gakkumdu Palangka Raya tangani dugaan pidana Pemilu coblos banyak TPS, https://www.antaranews.com/berita/3988977/gakkumdu palangka-raya-tangani-dugaan-pidana-pemilu-coblos-banyak-tps,

[28] Republika.co.id. (2024). Bawaslu Tegaskan Pentingnya Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu Serentak 2024. https://www.republika.co.id

Downloads

Published

2026-03-31