JURIDICAL ANALYSIS OF THE QUALIFICATION AND RECONSTRUCTION OF CRIMINAL LIABILITY FOR CYBER CHILD GROOMING IN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.53806/ijcss.v7i3.1641Keywords:
Content, fewest, paperAbstract
Cyber child grooming is a form of modern sexual crime that develops along with the advancement of information technology, particularly through social media, messaging applications, and online games. This crime is carried out through a gradual approach to build emotional relationships, gain children’s trust, and lead to sexual exploitation. This study aims to analyze the juridical qualification of cyber child grooming in Indonesian legislation and to formulate the construction of criminal liability for perpetrators based on sentencing theory oriented toward child protection. The research method used is normative legal research with statutory, conceptual, and comparative approaches. The results show that Indonesian positive law has not explicitly regulated cyber child grooming as an independent criminal offense. Its regulation is still scattered in the New Criminal Code, the Child Protection Law, the Electronic Information and Transactions Law, and the Sexual Violence Crime Law. This condition creates normative ambiguity, regulatory fragmentation, and legal uncertainty, especially at the early stage of grooming which mainly involves psychological manipulation. Perpetrators can still be held criminally responsible because they fulfill the elements of fault in the form of intent (dolus), unlawful acts, capacity for responsibility, and the absence of justification or excuse. Based on Article 51 of the New Criminal Code, punishment must be directed toward preventive, rehabilitative, and restorative purposes by placing child protection as the main priority. Therefore, national criminal law reform is needed to specifically regulate cyber child grooming as an independent offense in order to provide optimal legal protection for children in the digital space.
References
[1] Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606.
[2] Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6792.
[3] Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.
[4] Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6905.
[5] Emy Rosna Wati dan Abdul Fatah. Hukum Pidana. Sidoarjo: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 2020.
[6] Makhrus Munajat. Hukum Pidana Anak di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2023.
[7] La Ode Faiki. Dasar-Dasar Hukum Pidana: Teori dan Praktik. Bantul: Mata Kata Inspirasi, 2023.
[8] Ali Munib. Hukum Perlindungan Anak. Kuningan: Goresan Pena, 2024.*
[9] Kaharuddin Syah dan Abdul Mana. Buku Ajar Hukum Pidana. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2024.*
[10] Budiyanto. Pengantar Cybercrime dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia. Serang: Sada Kurnia Pustaka, 2025.
[11] Ferry Irawan Febriansyah. Cybercrime: Kejahatan di Balik Layar Digital. Ponorogo: CV Najaha, 2025.
[12] Novita Anggraeni, Dewi Bunga, dan Ardiyanto Aris. Hukum Pidana: Teori Komprehensif. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia, 2025.*
[13] Sentot Eko Baskoro, dkk. Sistem Hukum Indonesia dalam Perspektif Modern. Yogyakarta: PT Tren Digital Publishing, 2025.*
[14] Shulhan Iqbal Nasution. Memahami Pertanggungjawaban Pidana Melalui Asas, Teori, dan Doktrin. Purbalingga: CV Eureka Media, 2025.
[15] Mia Amalia, dkk. Hukum Pidana: Asas-Asas, Teori, dan Kasus. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.
[16] Adisty Padmavati, Nazwa Moha, dan R. Rahaditya. "Perlindungan Hukum terhadap Anak sebagai Korban Tindak Pidana Pornografi dengan Modus Komunitas Game Online." Jurnal 7, no. 1 (2024): 165–173.
[17] Endang Prastini. "Kekerasan terhadap Anak dan Upaya Perlindungan Anak di Indonesia." Jurnal 4, no. 2 (2024): 760–770.
[18] Perluasan Makna, dkk. "Complex: Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional." 1 (2024): 19–23.
[19] Amran Manurung, dkk. "Kajian Sistematis terhadap Regulasi Perlindungan Anak dalam Kerangka Hukum Nasional dan Internasional." 1, no. 1 (2025): 1–8.
[20] Cendekia Jurnal Hukum, dkk. "Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Child Grooming Akibat Keingintahuan Yang Salah Dalam Penggunaan Media Sosial." 3, no. 1 (2025): 918–928.
[21] "Grooming dan Perlindungan Anak di Indonesia: Studi Kasus Eks Kapolres Ngada." 6, no. 3 (2025): 214–235.
[22] Ni Nyoman Juwita Arswati, dkk. "Analisis Yuridis Child Grooming sebagai Bentuk Eksploitasi Seksual Anak di Ruang Digital." Al-Zayn: Jurnal Sosial & Hukum (2025): 6745–6753.
[23] Puja Aqdamuyasyaro, dkk. "Perlindungan Hukum Terhadap Korban Cyber Child Grooming di Indonesia dan Australia." (2025).
[24] Bhirawa Law Journal, Anjeli Holivia, dan Teguh Suratman. "Child Cyber Grooming sebagai Bentuk Eksploitasi Seksual Anak." 2, no. 1 (2021): 1–13.
[25] Qorin Annida Salma. Analisis Kriminologi terhadap Kejahatan Seksual dengan Modus Child Grooming (Studi Kasus di LRC-KJHAM). Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo, 2022
[26] Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon. “Ancaman Tersembunyi di Ruang Bermain Digital: Cyber Child Grooming dalam Game Online Anak.”https://dkis.cirebonkota.go.id/artikel/ancaman-tersembunyi-di-ruang-bermain-digital-cyber-child-grooming-dalam-game-online-anak. Diakses pada 14 April 2026.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Magdalena Purbaningrum, Aristoteles, Yurika F Dewi , Putri Fransiska Purnama Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.